<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iklan link --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-3782949346711763" data-ad-slot="1666333210" data-ad-format="link" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
MASIGNCLEAN103

Soal dan Jawaban Teks Cerita Pendek - Perbandingan struktur isi dan ciri bahasa dua teks cerita pendek


Teks Cerita Pendek
Perbandingan struktur isi dan ciri bahasa dua teks cerita pendek

SOAL 1
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
“Saat itu, aku satu truk dengan Siem Beng,” kata kakek yang tadi menyebutku mirip dengan Siem Beng, “kami turun di markas tentara Jepang dan dibariskan. Seorang komandan Jepang memeriksa kami satu per satu. Lalu, seorang tentara Jepang menggiring kami masuk ke barak, tapi aku lihat Siem Beng justru dibawa oleh komandan Jepang itu masuk ke kantornya. Dan, besoknya di tempat kami romusha, aku tak bertemu dengan Siem Beng.”
(Dikutip dari cerpen “Ketika Bumi Tak Merestui Cinta” karya Insan Purnama)
Teks 2
Seminggu setelah kematian Pak Brahmana, istrinya menemui Arusma Dewi dan menyerahkan sebuah catatan yang dibuat Pak Brahmana sebelum meninggal. Kata istrinya, catatan itu dibuat selama beberapa malam, bahkan kadang suaminya bekerja sampai pagi. Sekali-kali Pak Brahmana mengatakan kepada istrinya bahwa catatan itu sangat penting dan berkaitan dengan Kamus Selengkapnya Basa Kita.
Dikutip dari cerpen “Kamus Tanpa Kata Cinta” karya Insan Purnama)
Persamaan kedua teks tersebut adalah ….
Jawaban =
Pembahasan =
Pertanyaan yang diajukan adalah persamaan kedua teks. Ini membantu kita untuk meminimalisasi pilihan yang ada. Dari lima pilihan, hanya ada dua yang membahas persamaan. Pilihan yang lain adalah perbedaan. Dengan begitu, langkah selanjutnya adalah kita teliti mana pernyataan yang benar antara dua opsi. 
Dalam cerpen terkandung ciri kebahasaan. Selain adanya majas atau gaya bahasa, ciri kebahasaan lain yang menonjol dalam cerpen adalah adanya kalimat-kalimat yang berisi peristiwa yang terjadi. Sementara itu, latar suasana teks 2 bukanlah latar ketegangan.Oleh sebab itu, pernyataan yang benar teks 1 dan teks 2 mengandung kalimat-kalimat yang berisi suatu peristiwa.



SOAL 2
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
“Beli apa, Kang?” tanya Oji.
Kang Maman tersenyum.
“Kayak jilbab ya, Kang?” tanyaku.
“Iya, saya membeli jilbab.”
“Satu lagi, itu apa, Kang?” tanya Ali.
“Lihat saja sendiri,” kata Kang Maman sambil menyerahkan pakaian yang ditunjuk Ali.
Aku yang mengambil pakaian itu. Waktu aku buka lipatannya, ternyata benda itu membuat kami terkejut! Benda itu adalah rok mini!
(Dikutip dari cerpen “Jilbab dan Rok Mini” karya Insan Purnama)
Teks 2

Nama lengkapnya Abdurrahman. Tapi, ia lebih akrab dipanggil Kang Maman. Ia asli kelahiran Tasikmalaya 28 tahun yang silam. Pindah ke Jakarta tahun 1990, saat ia harus melanjutkan kuliah di IKIP, di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Ayahnya seorang kiai. Pesantren ayahnya tidak besar, tetapi merupakan salah satu pesantren tertua di Tasikmalaya.
(Dikutip dari cerpen “Jilbab dan Rok Mini” karya Insan Purnama)
Perbedaan struktur isi dua kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Pembahasan =

Pertanyaannya adalah perbedaan struktur isi dua kutipan teks cerpen. Sebagaimana sudah disinggung dalam petunjuk di atas, struktur isi teks cerpen ada enam. Di bawah ini uraiannya.
- Abstrak: ringkasan atau inti cerita. Abstrak bersifat opsional.
- Orientasi: pengenalan latar waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa. Orientasi juga merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
- Komplikasi: berisi urutan kejadian, tetapi setiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. 
- Evaluasi: pada tahapan ini, konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesaiannya.
- Resolusi: pengarang akan mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh. Resolusi berkaitan dengan koda.
- Koda: Nama lain koda adalah reorientasi. Koda merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Koda bersifat opsional.
Dari pengertian di atas, terlihat bahwa teks 1 merupakan komplikasi karena berisi kejadian, yakni Oji dan Ali yang terkejut dengan apa yang dibeli oleh Kang Maman. Sementara itu, teks 2 merupakan orientasi karena berisi pengenalan tokoh Abdurrahman.



SOAL 3
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi.
(Dikutip dari cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis)
Teks 2
Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.
(Dikutip dari cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis)
Perbedaan isi yang menonjol pada bagian orientasi dalam kedua teks di atas adalah .…
Jawaban =
Pembahasan =
Pertanyaannya adalah perbedaan isi yang menonjol pada bagian orientasi dalam kedua teks. Isi orientasi sudah disinggung di atas terdiri atas pengenalan latar dan tokoh. Oleh karena itu, jawaban yang tepat pertanyaan soal ini adalah bahwa teks 1 berisi pengenalan latar tempat yang berupa surau. Sementara itu, teks 2 berisi pengenalan tokoh seorang kakek yang berprofesi sebagai garin, penjaga surau. Hal ini jelas tersurat dalam dua teks di atas.



SOAL 4
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
Tinggal di tempat yang kumuh, sempit, sumpek, pemukiman yang sangat padat sudah biasa dalam kehidupan sehari-hari, sejak aku kecil hingga seusia ini. Bahkan sampai aku menikah, suara-suara kebisingan, gaduh, sudah jadi makananku. Yang dijejali setiap waktu mendengar kata-kata kotor.
(Dikutip dari cerpen “Segala Ku Makan” karya H. Shobir Poer)
Teks 2
Setelah mendekati aku, sang kaya pun turun dari mobil. Dibukanya pintu mobil sambil kulihat raut wajahnya yang puas akan penderitaanku. Ketika berjarak satu meter dari aku dan akan mengatakan sesuatu. Sang kaya pun mulai terhuyung, ia gontai, CO2 yang ia hirup dari mobilnya sendiri membuatnya sekarat. Sang kaya kejang-kejang yang akhirnya mengembuskan napas terakhir di depanku. Aku tidak menyimak kata terakhir yang akan disampaikan padaku. Ia mati melotot dan mulut berbuih. Naas, namun seperti inilah akhir kisahnya.
(Dikutip dari cerpen “Segala Ku Makan” karya H. Shobir Poer)
Perbedaan struktur isi dua kutipan teks cerpen di atas adalah ….
Jawaban =
Pembahasan =
Pertanyaannya adalah perbedaan struktur isi teks cerpen. Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, struktur isi teks cerpen terdiri atas abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Oleh karena itu, jawaban yang tepat pertanyaan soal ini adalah bahwa teks 1 merupakan orientasi karena berisi pengenalan latar tempat yang berupa tempat kumuh dan sempit. Sementara itu, teks 2 merupakan resolusi karena berisi pemecahan atas masalah yang terjadi. Kematian si Kaya dalam kisah tersebut merupakan solusi pengarang untuk mengakhiri kisahnya.



SOAL 5
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
Bersyukurlah gontaiku melawan keadaan itu tak membuat aku kalah. Aku terus mengokohkan kuda-kuda kaki memacunya melompat bak di arena pacuan balap kuda. Aku harus jadi pemenang. Aku harus menang, tidak boleh kalah. Untungnya, kuda dan pelanaku tak mau melepaskan aku. Kuda yang kutunggangi memiliki seribu satu kaki, tenaganya berlipat-lipat. Kuda sangat luar biasa!
(Dikutip dari cerpen “Segala Ku Makan” karya H. Shobir Poer)
Teks 2
Setelah selesai salat hajat, aku menuruni tangga bergegas ke rumah tetanggaku. Di sana kulihat Bu Pino sedang meracau dengan tatapan mata terbelalak tajam. Segala yang dibicarakannya ngawur, sesekali tertawa terkekeh, diam melotot, dan sesekali menangis dan meracau lagi.
(Dikutip dari cerpen “Kerasukan” karya H. Shobir Poer)
Perbedaan ciri kebahasaan dua kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Pembahasan =

Pertanyaannya adalah perbedaan ciri kebahasaan dua kutipan teks cerpen. 
Jika diperhatikan dengan teliti, dua teks di atas sama-sama mengandung majas. Namun, ada perbedaan majas yang digunakan. Teks 1 menggunakan majas hiperbola, yakni pada kalimat: Kuda yang kutunggangi memiliki seribu satu kaki, tenaganya berlipat-lipat. Sementara itu, teks 2 menggunakan majas sinestesia, yakni pada kalimat: Di sana kulihat Bu Pino sedang meracau dengan tatapan mata terbelalak tajam.
Catatan:
  • Hiperbola: majas yang mengungkapkan kata atau sesuatu secara berlebihan, misalnya: Pidatonya berapi-api.
  • Sinestesia: majas yang mengungkapkan sesuatu yang merupakan gabungan dua indera, misalnya: Wajahnya manis. (wajah: penglihatan; manis: pengecap)
  • Metafora: majas perbandingan langsung, misalnya: Gadis itu bunga desa.
  • Simile: majas perbandingan tidak langsung, misalnya: Wajahmu bagai rembulan.



SOAL 6
Perhatikan dua kutipan teks berikut!
Teks 1
Seorang pria bertubuh tegap memasuki ruangan. Kami yang di sini menyambutnya dengan penuh khidmat. Sekujur tubuhnya dilumuri tato bercorak warna. Matanya dingin, perawakannya teduh. Hampir tak ada kesan kalau dia orangnya sakti mandra guna.
(Dikutip dari cerpen “Dosa yang Terbeli” karya Agam Pamungkas)
Teks 2
“Aku melihatnya duluan, Kang, jadi aku yang berhak,” kata si Perempuan sambil menyambar benda yang dipegang si Lelaki. Si Lelaki berkelit.
“Aku yang mengambil, jadi ini milikku!”
“Nggak gitu Kang, mesti kita bagi dua,”
“Nggak!” tandasnya.
(Dikutip dari cerpen “Uang” karya Toto Dartoyo)
Perbedaan teknik pelukisan tokoh yang menonjol pada dua kutipan teks cerpen di atas adalah ….
Jawaban =
Pembahasan =

Pertanyaannya adalah perbedaan teknik pelukisan tokoh pada dua kutipan teks cerpen di atas. Sebagaimana disinggung dalam petunjuk, teknik pelukisan tokoh ada dua macam. Di bawah ini uraiannya.
- Dramatik: teknik pelukisan tokoh secara tidak langsung, biasanya melalui dialog antartokoh atau tanggapan tokoh lain.
- Analitik: teknik pelukisan tokoh secara langsung, biasanya melalui penjelasan langsung sang pengarang.
Sesuai dengan pengertian di atas, teknik pelukisan tokoh yang sesuai dengan kedua teks di atas adalah bahwa teks 1 menggunakan penjelasan pengarang, sedangkan teks 2 dialog antartokoh. Ini terbukti dari kedua kutipan teks di atas.



SOAL 7
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
“Koruptor biasanya memberi uang kalau disaksikan banyak orang dan akan mengundang wartawan untuk meliput. Hebatnya lagi, mereka lakukan itu sepulang dari menunaikan haji!”
Si Perempuan menyimak.
“Kamu tahu nggak? Semua itu dilakukan agar tingkah laku busuknya nggak ketahuan orang.”
(Dikutip dari cerpen “Uang” karya Toto Dartoyo)
Teks 2
“Nasib orang memang sulit diduga, Bud. Kadang bisa di puncak, kadang bisa di bawah. Untuk itu kita harus selalu ingat pada falsafah pohon. Puncak pohon bisa berkibar anggun karena dukungan batang dan kekuatan akar. Jadi selagi kita di puncak, kita tidak boleh melupakan yang di bawah. Tidak boleh melupakan akar yang diam-diam mendukung kita tanpa pernah mau menonjolkan diri.”
(Dikutip dari cerpen “Musibah” karya Jujur Prananto)
Perbedaan amanat dua kutipan teks cerpen di atas adalah ….
Jawaban =
Pembahasan =
Pertanyaannya adalah perbedaan amanat dua kutipan teks cerpen. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat dekat dengan tema. Tema adalah pokok permasalahan dalam teks cerpen. Teks 1 bertema ketidakjujuran. Teks 2 bertema kerendahan hati. Dari kedua tema tersebut, amanat yang tepat adalah teks 1 menyarankan kita supaya menjadi orang jujur, sedangkan teks 2 menyarankan kita agar ingat falsafah pohon—sebagai cara supaya tetap rendah hati.


SOAL 8
Perhatikan dua kutipan teks berikut!
Teks 1
“Kok kesalahan kita, salah pencuri itu dong!” potong Ami.
“Salah kita, Ami!” sergah Amat. “Itu kesalahan kita. Maling tetap maling. Apa yang bisa dia maling akan dimalingnya. Kalau ada barang hilang bukan salah maling itu, tapi salah kita. Kenapa kita tidak hati-hati!?”
Bu Amat tercengang.
“Jadi yang salah aku dan Ami?”
“Pokoknya bukan salah maling itu!”
“Jadi salah aku dan Ami?”
“Ya kita semua!”
(Dikutip dari cerpen “Maling” karya Putu Wijaya)
Teks 2
Merampok? Ah, tak mungkin kulakukan pekerjaan itu. Aku terlalu pengecut untuk melakukan perbuatan penuh risiko itu. Bagaimana kalau yang punya rumah terbangun? Lalu terjadi perkelahian. Lalu aku terluka. Atau bagaimana kalau aku tertangkap warga? Bisa babak belur. Bisa juga dibakar massa.
(Dikutip dari cerpen “Sukro dan Sukra” karya Aba Mardjani)
Perbedaan konflik yang terjadi pada bagian komplikasi di atas adalah ….
Jawaban =
Teks 1 konflik ide; teks 2 konflik batin.
Pembahasan =
Pertanyaannya adalah perbedaan konflik yang terjadi pada bagian komplikasi dalam dua teks cerpen di atas. Konflik adalah pertentangan antara dua hal. Konflik ada dalam bagian komplikasi yang secara umum berisi urutan kejadian dalam sebuah cerita pendek. Konflik ada beberapa macam. Di bawah ini uraiannya.
- Konflik ide: debat pendapat antara dua orang atau lebih.
- Konflik batin: debat dengan diri sendiri mengenai suatu hal.
- Konflik fisik: adu fisik atau berkelahi antara dua orang.
Dari pengertian di atas, terlihat bahwa konflik yang disajikan dalam dua teks cerpen di atas adalah konflik ide (teks 1) dan konflik batin (teks 2). Konflik ide pada teks 1 tampak pada debat pendapat antara Amat, Ami, dan Bu Amat mengenai siapa yang salah. Sementara itu, konflik batin pada teks 2 tampak pada pertanyaan-pertanyaan si aku kepada dirinya sendiri mengenai merampok.



SOAL 9
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
Waktu serasa menguap saat bersamanya. Kulirik jam tanganku, dan ternyata sudah pukul 11 malam. Harus kuakhiri pertemuan dengannya yang sangat mengasyikan. Ia segera menyadari keinginanku untuk beranjak. Sebelum pergi, ia menanyakan apakah aku akan menitip pesan untuk Ryan.
(Dikutip dari “Mimpi untuk Dresden” karya F. Dewi Ria Utari)
Teks 2
“Kalian sekarang memang bukan lagi anakku yang dulu.” Bunda mengedarkan senyum, juga kepadaku. “Apalagi kau, Palinggam, kini sudah bercucu pula. Namun takdir seorang ibu, Nak, selalu terdorong menyalakan lampu hingga akhir hayatnya.”
(Dikutip dari “Lampu Ibu” karya Adek Alwi)
Kalimat-kalimat yang bersifat konotatif dari kedua kutipan teks cerpen di atas adalah ….
Jawaban =
Pembahasan =

Pertanyaannya adalah kalimat-kalimat yang bersifat konotatif dari dua kutipan teks cerpen di atas. Kalimat konotatif adalah kalimat yang mengandung kata-kata bermakna konotasi. Konotasi adalah makna kiasan atau tambahan atau tidak sebenarnya. Kalimat konotatif biasanya terkandung dalam karya sastra, salah satunya cerpen. 
Dengan pengertian tersebut, terlihat bahwa teks 1 dan teks 2 mengandung kalimat-kalimat bermakna konotasi. Di bawah ini uraiannya.
- Teks 1: Waktu serasa menguap saat bersamanya.
- Teks 2: Namun takdir seorang ibu, Nak, selalu terdorong menyalakan lampu.
Teks 1 bermakna waktu tidak terasa ketika bersamanya.
Teks 2 bermakna seorang ibu selalu memberikan saran atau nasihat kepada anaknya.



SOAL 10
Perhatikan dua kutipan teks cerpen berikut!
Teks 1
Karena pekerjaan mengangkut orang dapat memancing bahaya, maka, turun menurun mereka selalu diberi nama yang menyiratkan keselamatan. Dia sendiri diberi nama Bejo, yaitu “selalu beruntung,” ayahnya bernama Slamet dan karena itu selalu selamat, Untung, terus ke atas, ada nama Sugeng, Waluyo, Wilujeng, dan entah apa lagi. Benar, mereka tidak pernah kena musibah.
(Dikutip dari cerpen “Kisah Pilot Bejo” karya Budi Darma)
Teks 2
“Bukan, sayang,” buru-buru bude mendahului bicara. “Eyang kakung bukan koruptor. Koruptor itu orang jahat. Eyang bukan orang jahat. Eyang cuma dituduh melakukan kejahatan. Orang-orang yang menuduh itu justru yang jahat.”
“Kalau memang nggak salah kenapa eyang mau ditahan?”
(Dikutip dari cerpen “Musibah” karya Jujur Prananto)
Nilai yang terdapat dari kedua kutipan teks cerpen di atas adalah ….
Jawaban =
Teks 1 nilai budaya; teks 2 nilai moral.
Pembahasan =
Pertanyaannya adalah nilai yang terdapat dari kedua kutipan teks cerpen di atas. Sebagaimana ada dalam petunjuk, nilai ada beberapa macam. Di bawah ini uraiannya.
- Nilai moral: nilai yang berkaitan dengan akhlak.
- Nilai sosial: nilai yang berkaitan dengan masyarakat.
- Nilai agama: nilai yang berhubungan dengan ketuhanan.
- Nilai budaya: nilai yang berhubungan dengan adat atau kebiasaan.
Dari pengertian di atas, terlihat bahwa dua teks mengandung nilai yang berbeda. Teks 1 nilai budaya, sedangkan teks 2 nilai moral. Nilai budaya pada teks 1 dibuktikan oleh kebiasaan keluarga Bejo secara turun-temurun yang memiliki nama yang menyiratkan keselamatan. Sementara itu, nilai moral pada teks 2 dibuktikan oleh dialog antartokoh mengenai ketidakjujuran/korupsi.

tags
soal dan jawaban bahasa indonesia kelas 11
soal dan jawaban teks cerita pendek
soal pilihan ganda bahasa indonesia
soal essay bahasa indonesia
contoh soal teks cerita pendek dan jawabannya
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun