Materi Teks Eksplanasi Kompleks - Langkah-langkah abstraksi teks eksplanasi kompleks




Tujuan


Siswa dapat Mengabstraksi teks eksplanasi kompleks, baik secara lisan maupun tulisan.


Pada materi sebelumnya, kita telah belajar mengenai bagaimana mengidentifikasi teks eksplanasi kompleks. Hal tersebut penting untuk memudahkan kita dalam memahami struktur dan kaidah teks eksplanasi kompleks.
Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami sebuah teks eksplanasi kompleks yang terlalu panjang. Untuk menyiasatinya, teks tersebut mesti kita ringkas dengan mengambil ikhtisar pentingnya saja. Teks yang semula terdiri dari puluhan halaman/paragraf dapat dijadikan beberapa halaman/paragraf saja.
Sebuah abstraksi teks eksplanasi kompleks bisa disusun dengan syarat pokok-pokok yang ada dalam teks asal tidak dihilangkan. Cara memangkas teks eksplanasi kompleks harus memperhatikan poin-poin berikut ini.
1. Gagasan utama pada bagian pernyataan umum tidak boleh dihilangkan. Hal ini penting mengingat pembaca harus tahu mengenai definisi tentang peristiwa/fenomena yang terjadi.
2. Pada bagian deretan penjelas (eksplanasi), dari urutan proses terjadinya peristiwa pada teks asal dapat diringkas dengan memilih penyataan langsung yang menjelaskan sebab (awal) dan akibat (akhir) dari peristiwa atau fenomena yang terjadi.
3. Pada bagian interpretasi, langsung ambil simpulannya.

Perhatikan Contoh!


Teks Awal

Tsunami
Bencana tsunami ialah perpindahan badan air yang disebabkan oleh berubahnya permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Berubahnya permukaan laut itu dapat terjadi akibat gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau jatuhnya meteor ke laut. Gelombang tsunami bisa merambat ke segala arah. Tenaga yang ada di gelombang tsunami bersifat tetap dalam hal fungsi ketinggian dan kelajuannya.
Penyebab tsunami kebanyakan adalah gempa di wilayah lautan. Meski kita mengetahui jenis-jenis gempa, namun hampir 90% kejadian tsunami itu disebabkan oleh pergerakan lempeng di dalam perut bumi yang ada di dalam wilayah lautan. Meski demikian, sejarah pernah merekam tsunami yang dahsyat pernah terjadi akibat meletusnya Gunung Krakatau.
Gempa yang terjadi di dalam perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertikal. Akibatnya, dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang sangat singkat. Hal tersebut memicu ketidakseimbangan pada air lautan. Tekanan yang tidak teratur pada permukaan lautan itu perlahan menjadi gelombang besar yang bergerak hingga mencapai wilayah daratan.
Dengan tenaga yang besar yang ada pada gelombang air tersebut, wajar saja jika bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudahnya. Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Ia bisa mencapai 500 sampai 1000 kilometer per jam di lautan. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami lambat laun melemah, hingga hanya sekitar 30 km per jam. Sebaliknya, ketinggiannya justru meningkat hingga mencapai puluhan meter. Meski berkurang pesat, namun kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan yang parah bagi manusia. Hantaman gelombang tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Jika kita mencermati proses terjadinya tsunami, tentu kita paham bahwa tak ada campur tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kita tidak memiliki kendali untuk mencegah penyebab tersebut. Namun, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita bisa meminimalisasi dampak parah dari bencana tsunami itu. Kesigapan yang bisa dicontoh adalah masyarakat Jepang. Meski rawan tsunami, namun kesadaran rakyatnya mampu menekan jumlah korban akibat bencana tersebut.



Mari abstraksi


Teks hasil abstraksi
Keterangan: Bagian-bagian yang dimiringkan pada teks awal mewakili bagian-bagian struktur teks eksplanasi.
Tsunami ialah perpindahan badan air yang disebabkan oleh berubahnya permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Hal tersebut memicu ketidakseimbangan pada air lautan. Tekanan yang tidak teratur pada permukaan lautan itu perlahan menjadi gelombang besar yang bergerak hingga mencapai wilayah daratan. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami. Kita tidak memiliki kendali untuk mencegah penyebab tersebut. Namun, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita bisa meminimalisasi dampak parah dari bencana tsunami itu.



Poin Penting


Karangan eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan suatu gejala atau proses pada peristiwa yang terjadi.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon