Materi Teks Prosedur Kompleks - Kohesi Rujukan dan Meronimi




KOHESI RUJUKAN DAN MERONIMI



Tujuan Pembelajaran


Siswa diharapkan mampu memahami struktur dan kaidah teks prosedur kompleks.




Pada pembahasan kali ini, kita akan mempelajari kohesi rujukan dan meronimi yang terdapat pada teks prosedur kompleks.
Kohesi Rujukan
Tahukah kamu apakah kohesi rujukan itu? Agar lebih mudah dipahami, mari perhatikan contoh kalimat di bawah ini terlebih dahulu!
  1. Pertama, kamu masukkan kertas HVS ke dalam printer. Pastikan kertas berada pada posisi yang tepat di dalamnya.
  2. Kedua, pilih menu print dengan cara mengetik tombol ctrl+p. Perhatikan pada tampilan yang muncul setelah kamu mengetik tombol itu.
  3. Sejak ayah meninggal, ibu menjadi tulang punggung keluarga. Ia menggantikan peran ayah sekaligus peran ibu bagi kami, anak-anaknya.
      Berdasarkan contoh pada kalimat pertama,* -nya* pada kata dalamnya merujuk pada printer dan itu pada kalimat kedua merujuk pada ctrl+p. Pada kalimat ketiga, ia merujuk pada ibu. Dengan demikian, kohesi rujukan dapat didefinisikan sebagai kata yang digunakan dalam sebuah kalimat yang merujuk pada fungsi subjek dalam sebuah wacana. Kohesi rujukan memiliki ciri (biasanya) berupa pronomina aku, dia, kamu, kami, hal itu, hal ini, dan -ku.
Meronimi
      Meronimi adalah bentuk ujaran atau kata yang jika kita menyebutkan kata tersebut, sudah dapat mewakili kata yang lain. Meronimi memiliki makna bagian dari bentuk ujaran yang lain.
Contoh :
  1. Monitor, papan tombol, dvd drive, tombol power, dan mouse pad adalah meronimi dari laptop.
  2. Stator dan rotor adalah meronimi dari generator DC.
  3. Mata, hidung, pipi, dagu, alis, dan mulut adalah meronimi dari wajah.
      Meronimi berbeda dengan hipernim atau hiponim. Jika krisan, mawar, kamboja, dan melati merupakan hiponim dari bunga, sebaliknya, krisan, mawar, kamboja, dan melati bukan merupakan meronimi dari bunga. Demikian pula pada gitar, piano, biola, dan drum bukan merupakan meronimi dari alat musik. Nah, dapatkah kamu menyebutkan contoh lainnya?
      Dengan demikian, ciri-ciri meronimi adalah sebagai berikut.
  1. bukan merupakan jenis dari kata lain,
  2. merupakan komponen dari kata lain,
  3. jika menyebutkan sebuah kata meronimi, sudah mewakili kata lain.


Perhatikan Contoh


      Nah, agar lebih paham mengenai kohesi rujukan dan meronimi dalam sebuah teks prosedur kompleks, perhatikan contoh teks prosedur kompleks di bawah ini!


Mari kita ulas!
      Kohesi rujukan pada teks prosedur kompleks di atas terdapat pada kalimat berikut ini.
  1. “Meski mudah menggunakannya, bukan berarti kita menyepelekan cara memasangnya
  2. Hal ini diperlukan agar Anda tidak salah membeli kartrij tinta pengganti”
  3. “Setelah itu, lakukan pengetesan untuk mencobanya”.
      Meronomi pada teks prosedur kompleks di atas adalah kartrij, tombol drop, print head, dan seal adalah meronimi dari printer.




      Bagaimana, apakah kamu sudah paham mengenai kohesi rujukan dan meronimi? Agar lebih paham, mari berlatih soal-soal!


Poin Penting


Kohesi rujukan adalah kata yang digunakan dalam sebuah kalimat yang merujuk pada fungsi subjek. Kohesi rujukan memiliki ciri (biasanya) berupa pronomina aku, dia, kamu, kami, hal itu, hal ini, dan ku. Meronimi adalah bentuk ujaran atau kata yang jika kita menyebutkan kata tersebut, sudah dapat mewakili kata yang lain.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon