MASIGNCLEAN103

Soal dan Jawaban Teks Cerita Pendek - Langkah-langkah penulisan teks cerita pendek


Teks Cerita Pendek

Langkah-langkah penulisan teks cerita pendek

SOAL 1
Perhatikan teks cerpen berikut
Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemungutan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum.
(Dikutip dari cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis)
Karakteristik cerpen yang menonjol yang terdapat dalam kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
mengangkat masalah tunggal atau sederhana.
Pembahasan =

Karakteristik cerpen di antaranya:
- Tulisan kurang dari 10.000 kata.
- Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari.
- Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik.
- Mengangkat masalah tunggal atau sederhana.
Dari karakteristik di atas, ciri yang paling menonjol dalam kutipan teks cerpen di atas adalah bahwa cerpen di atas mengangkat satu masalah atau sederhana. Secara menonjol, cerpen di atas menceritakan masalah sederhana, yaitu profesi seorang kakek yang lebih dikenal sebagai pengasah pisau daripada sebagai seorang garin. Cerpen di atas tidak menonjol dalam menampilkan konflik serta tidak menonjolkan sumber cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.



SOAL 2
Perhatikan teks cerpen berikut.
Malam makin larut. Angin menyusup celah-celah gedek rumahnya ditingkah seekor bence yang melintas, mengabarkan orang-orang agar waspada karena sebentar lagi akan ada maling yang siap beraksi. Isyarat pemberi warna kegelapan. ….. . Selain beberapa perhitungan yang harus matang, udara dingin baginya sudah cukup menjadi mantra penidur bagi orang-orang kaya yang perutnya selalu kenyang dan tak pernah memikirkan nasib orang lain. Tanda alarm lewat burung itu tak pernah merisaukan dirinya sedikit pun.
(Dikutip dari cerpen “Gangsir” karya Toto Dartoyo)
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dalam kutipan cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Mendengar cerecet bunyi burung itu Suyat tertawa.
Pembahasan =
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dalam kutipan cerpen di atas adalah kalimat: Mendengar cerecet bunyi burung itu Suyat tertawa. Kalimat ini dipilih karena padu dengan kalimat sebelum dan sesudahnya. Selain itu, kalimat ini juga menjelaskan ide pokok paragraf tersebut, yakni tentang seorang maling yang tidak takut untuk beroperasi malam hari meskipun ada suara alarm burung.



SOAL 3
Perhatikan teks cerpen berikut.
…... Wajahnya seperti roti gandum yang diolesi susu. Tiba-tiba Neal merasa takut, betapa wajah anaknya kelak menjadi keruh oleh penderitaan. Di dalam rumah ini, ia bisa melindungi anaknya. Tapi bagaimana di luar sana? Sungguh, ia ingin anaknya terus merasakan hidup yang nyaman dan tenteram. Ia tak ingin pengaruh buruk dari jalanan merusak hidup anaknya.
(Dikutip dari cerpen “Permen” karya Agus Noor)
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada awal kutipan cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Neal memandangi anaknya yang lelap.
Pembahasan =
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada awal kutipan cerpen di atas adalah yakni Neal memandangi anaknya yang lelap. Kalimat ini padu dengan kalimat sesudahnya.



SOAL 4
Perhatikan teks cerpen berikut.
Senja telah memerah, memberi tanda maghrib akan segera tiba. Riuh rendah anak-anak yang sedang bermain masih saja terdengar. Namun, begitu para orang tua mereka datang, semua anak langsung berhenti dan pulang. Suasana desaku aman dan tenteram seperti namanya Desa Suka Damai. …..
(Dikutip dari cerpen “Tragedi” karya Ivekina)
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada akhir kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Tak pernah ada percekcokan atau perkelahian antarwarga.
Pembahasan =
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada akhir kutipan teks cerpen di atas adalah Tak pernah ada percekcokan atau perkelahian antarwarga. Kalimat ini padu dengan kalimat sebelumnya.



SOAL 5
Perhatikan teks cerpen berikut.
Jalan utama di kompleksku setiap pagi dan sore macet total. Padahal, dulu jalan tersebut lancar-lancar saja. Orang berjubel menonton perempuan itu berdandan. Yang menonton bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Mereka menunggu sampai perempuan itu selesai berdandan dan pergi, barulah para penonton gratisan itu pun bubar. Padahal, suamiku baru pulang kerja malam itu.
(Dikutip dari cerpen “Perempuan yang Berdandan di Pinggir Jalan” karya Insan Purnama)
Kalimat yang tidak koheren dalam kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Padahal, suamiku baru pulang kerja malam itu.
Pembahasan =
Koheren atau koherensi adalah kepaduan secara isi di antara kalimat satu dengan yang lain dalam suatu paragraf. Koherensi dibedakan dengan kohesi. Kohesi adalah kepaduan secara bentuk.

Kalimat yang tidak koheren dalam kutipan teks cerpen di atas adalah “Padahal, suamiku baru pulang kerja malam itu”. Kalimat ini tidak padu secara isi dengan kalimat-kalimat sebelumnya.



SOAL 6
Perhatikan teks cerpen berikut
Sardi bingung, … di depannya sudah terhidang makanan yang dimasak istrinya, dan konon makanan kegemaran. Sardi tidak ingin menyentuhnya. Perutnya sudah penuh dengan masalah yang dihadapi. Semalam Pak Lurah datang ke rumah, … bercerita padanya tentang tanah dan segala rupa isinya yang hendak dibeli … orang-orang besar dengan duit bergepok-gepok.
(Dikutip dari cerpen “Pohon” karya Dewi Sartika)
Kata-kata yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang dalam kutipan cerpen di atas ....
Jawaban =
walau; lalu; oleh
Pembahasan =
Kata-kata yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang dalam kutipan cerpen di atas adalah walau, lalu, dan oleh. Kata-kata tersebut dipilih karena sesuai dengan kebutuhan kalimat dalam paragraf tersebut. Sebagaimana kita ketahui, kata hubung walau sebagai penanda pertentangan/perlawanan, lalu sebagai penanda penambahan yang mengandung urutan kejadian, dan oleh sebagai penanda pelaku.



SOAL 7
Perhatikan teks cerpen berikut
Sumarti bergegas ke tempat telepon di ruang keluarga. Di tempat telepon itu Sumarti bergeming. Hendak diraihnya gagang telepon, tetapi tangannya serasa diikat. Sumarti pikir, kalau ia menelepon orang itu, ….
(Dikutip dari cerpen “Kursi Empuk di Dada Sumarti” karya Pamusuk Eneste)
Klausa bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerpen tersebut adalah .…
Jawaban =
mungkin kabar itu akan menyebar ke mana-mana bak air bah dari gunung
Pembahasan =
Klausa bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerpen tersebut adalah “mungkin kabar itu akan menyebar ke mana-mana bak air bah dari gunung”. Kalimat ini bermajas simile karena mengandung perbandingan tidak langsung, yakni bak air bah dari gunung.



SOAL 8
Perhatikan teks cerpen berikut.
(1) Obrolan terhenti. (2) Dentuman yang sangat keras terdengar dari arah depan mereka. (3) Si Perempuan dan si Lelaki terlonjak. (4) Keduanya kaget. (5) Sedan hitam metalik dengan nomor antik menabrak tiang listrik di seberang jalan di sebelah kanan pintu masuk gedung dewan.
(Dikutip dari cerpen “Uang” karya Toto Dartoyo)
Kalimat 4 dalam paragraf di atas dapat diganti dengan kalimat bermajas .…
Jawaban =
Hampir jantung keduanya copot.
Pembahasan =
Kalimat 4 (Keduanya kaget.) dalam paragraf di atas dapat diganti dengan kalimat bermajas: Hampir jantung keduanya copot. Kalimat ini bermajas hiperbola.



SOAL 9
Perhatikan teks cerpen berikut.
(1) Tiga hari kemudian, Pak Brahmana mengajak Pak Surya dan Pak Budiman untuk melihat dua kamus yang belum lama diterima perpustakaan. (2) Selain itu, alangkah terkejutnya Pak Brahmana saat pintu lemari dibuka, ternyata kedua kamus itu pun sudah hilang.
(3) Tiba-tiba Pak Brahmana terjatuh!
(4) Ia terkena serangan jantung! (5) Dan, Pak Brahmana pun meninggal di mobil ambulans dalam perjalanan menuju rumah sakit.
(Dikutip dari cerpen “Kamus Tanpa Kata Cinta” karya Insan Purnama)
Kalimat yang tidak kohesif (tidak padu secara bentuk) dalam kutipan teks cerpen di atas adalah .…
Jawaban =
Kalimat 2
Pembahasan =
Kalimat yang tidak kohesif (tidak padu secara bentuk) dalam kutipan teks cerpen di atas adalah kalimat 2. Kalimat ini tidak kohesif karena penggunaan kata selain itu yang salah. Kata hubung selain itu bermakna penambahan, sedangkan kalimat dalam paragraf tersebut membutuhkan kata hubung bermakna pertentangan. Solusinya, kata selain itu diubah menjadi namun.



SOAL 10
Perhatikan teks cerpen berikut.
“Pantas saja orangnya tidak keluar, Kang. Ketukan Akang perlahan banget,” kataku, “biar aku yang mengetuk, Kang!”
Pintu itu pun aku ketuk. Dua-tiga-empat kali. Keras-keras lagi. Tok-tok-tok-tok!!!! Tapi, tak ada jawaban sama sekali. Aku mulai kesal, lalu berteriak, “…..”
Tidak ada jawaban.
(Dikutip dari cerpen “Jilbab dan Rok Mini” karya Insan Purnama)
Kalimat langsung yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dalam kutipan teks cerpen di atas adalah .…


Jawaban =
Pembahasan =
Kalimat langsung yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dalam kutipan teks cerpen di atas adalah, “Hei, ada orang tidak di dalam!?” Kalimat ini padu dengan kalimat sebelum dan sesudahnya.

tags
soal dan jawaban bahasa indonesia kelas 11
soal dan jawaban teks cerita pendek
soal pilihan ganda bahasa indonesia
soal essay bahasa indonesia
contoh soal teks cerita pendek dan jawabannya
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun