<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iklan link --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-3782949346711763" data-ad-slot="1666333210" data-ad-format="link" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
MASIGNCLEAN103

Materi Teks Ulasan Film/Drama - Menyunting bahasa teks drama/film





Tujuan

Siswa dapat menyunting teks film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.
Pada materi terdahulu, kalian sudah mempelajari tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks ulasan film dan drama. Kali ini, kalian akan mengevaluasi teks ulasan film dan drama berdasarkan kaidah kebahasaan.
Menyunting teks ulasan film dan drama harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Pemilihan diksi/ketepatan kata yang digunakan.
2. Keefektifan kalimat dengan mencermati verba, konjungsi, artikel, tanda baca, preposisi yang digunakan dan kelogisan kalimat.

Contoh menyunting teks ulasan film

Negeri 5 Menara: Mimpi Beda, Rasa Sama

Judul : Negeri 5 Menara
Tahun : 2012
Sutradara : Affandi Abdul Rachman
Pemain : Rizki Ramdani, Gazza Zubizareta, Billy Sandy, Jiofani Lubis, Aris Putra, Ernest Samudera, Lulu Tobing, dan Ikang Fawzi

3 hal yang kerap ditemukan dalam film Indonesia belakangan ini adalah kampung halaman, ambisi, dan persahabatan. Masih hangat pada ingatan kita mengenai film, seperti “Tendangan dari Langit”, “Semesta Mendukung’, dan “Laskar Pelangi”. Tema yang yang diangkat oleh film-film tersebut adalah persahabatan, kampung halaman, dan ambisi yang menghadirkan kehangatan tersendiri yang mudah dicerna penonton Indonesia. Kesan perasaan ini kemudian direproduksi dalam pengulangan formula serupa. Alasannya bersifat ekonomis, yaitu merangkul semua umur dan semua kelas ekonomi untuk datang ke bioskop. Hal ini berarrti menjadi keuntungan besar. Perkenalan lewat novel juga adalah strategi tersendiri untuk mendorong komunitas novel tersebut penyaksian versi layar lebarnya. Kesuksesan layar lebar bisa mengantarkan pada sekuel karya lainnya. Laskar Pelangi, salah satunya, dikreasi ulang menjadi pentas musikal pada atas panggung.

Semua formula yang disebutkan tadi ternyata dipakai juga oleh Film Negeri 5 Menara, baik novel yang ditulis oleh Ahmad Fuadi ataupun adaptasi filmnya yang disutradarai affandi abdul rachman. Mempunyai pola cerita yang tak ayal menyandingkan keduanya dalam satu lini yang sama. Bermimpi, menjadikan mimpi itu nyata, menemui kegagalan, dan akhirnya muncul sebuah pertanyaan krusial, “Apakah semua mimpi akhirnya harus terwujud untuk dikategorikan sebagai sebuah kesuksesan?”

Mari kita sunting

Beberapa kalimat yang harus diperbaiki adalah sebagai berikut.
• 3 hal yang kerap ditemukan dalam film Indonesia belakangan ini adalah kampung halaman, ambisi, dan persahabatan.
Penulisan angka jika diletakkan di awal kalimat, penulisannya menggunakan huruf, yaitu tiga.

• Masih hangat pada ingatan kita mengenai film, seperti “Tendangan dari Langit”, “Semesta Mendukung’, dan “Laskar Pelangi”
Penggunaan konjungsi pada tidak tepat, konjungsi yang paling tepat adalah dalam.

• Perkenalan lewat novel adalah strategi tersendiri untuk mendorong komunitas novel tersebut penyaksian versi layar lebarnya.
Kata penyaksian tidak tepat karena tidak sejajar dengan bentuk kata sebelumnya. (mendorong=aktif, berimbuhan me-). Kata yang paling tepat adalah menyaksikan.

• Laskar Pelangi, misalnya, dikreasi ulang menjadi pentas musikal pada atas panggung.
Preposisi yang paling tepat digunakan adalah di, bukan pada

• Semua formula yang disebutkan tadi ternyata dipakai juga oleh film Negeri 5 Menara, baik novel yang ditulis oleh Ahmad Fuadi ataupun adaptasi filmnya yang disutradarai affandi abdul rachman.
Konjungsi yang digunakan dalam kalimat di atas adalah konjungsi korelatif. Konjungsi baik pasangannya dengan konjungsi maupun.
Selain itu, penulisan nama diawali dengan huruf besar menjadi Affandi Abdul Rachman.

• Karya ini mempunyai pola cerita yang tak ayal menyandingkan keduanya dalam satu lini yang sama.
Kalimat di atas sudah memiliki subjek, yakni karya ini.

Poin Penting
Teks ulasan film memerlukan penyuntingan agar dihasilkan teks ulasan secara baik dan benar. Dalam menyunting, kita harus fokus pada kaidah bahasa, kosa kata, ejaan, tata kalimat, dan kepaduan paragraf.

tags
teks ulasan drama dan film
pengertian teks ulasan drama dan film
contoh teks ulasan drama dan film
tujuan teks ulasan drama dan film
struktur teks ulasan drama dan film
kaidah dan ciri kebahasaan teks ulasan drama dan film

Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun