<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- iklan link --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-3782949346711763" data-ad-slot="1666333210" data-ad-format="link" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
MASIGNCLEAN103

Materi Teks Ulasan Film/Drama - Langkah-langkah penulisan teks film/drama





Tujuan
Memproduksi teks ulasan film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

Sudahkah kalian mampu membandingkan dua teks ulasan dan melihat hal-hal yang terdapat di dalam teks tersebut? Jika sudah, seharusnya kalian pun telah memahami struktur dan ciri kebahasaan teks ulasan.
Pada materi kali ini, kita akan belajar memproduksi sendiri teks ulasan. Tujuan teks ulasan dibuat adalah untuk mengajarkan kita berpikir kritis dalam menganalisis suatu hal. Di dalamnya nanti akan muncul penilaian, baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Ada hal-hal yang perlu kita lakukan dalam membuat teks ulasan.

Hal yang pertama kita lakukan adalah menentukan subjek ulasan, apakah drama, film, cerpen, novel, komik, atau nonfiksi? Tentu saja semua bentuk hasil budaya dapat kita ulas. Namun, fokus utama kita kali ini adalah mengulas drama dan film. Pelajari subjek ulasan tersebut, baik dari segi isi maupun proses kreatif karya tersebut.
Hal kedua adalah menyusun teks ulasan dan hal ini berkaitan dengan tahapan struktur teks ulasan: orientasi ^ tafsiran isi ^ evaluasi ^ rangkuman. 


Berikut penjelasannya!
Dalam menyusun teks ulasan, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat orientasi, yaitu menulis gambaran umum karya sastra yang akan kita ulas. Hal ini dapat berupa judul, sinopsis, atau tujuan karya dibuat. Hal yang kedua adalah melakukan tafsiran isi, yaitu uraian pandangan pribadi kita sebagai pengulas. Pada bagian ini, pengulas dapat membandingkan karya tersebut dengan karya lain yang sejenis. Pengulas juga dapat memberikan penilaian, baik kelebihan, maupun kekurangan teks tersebut. Hal ketiga adalah melakukan evaluasi, yaitu penilaian secara terperinci yang mengacu pada bagian tafsiran isi. Hal terakhir adalah membuat suatu rangkuman berdasarkan keseluruhan hal yang kita dapat dari langkah-langkah sebelumnya.

Sebagai bahan catatan dalam mengulas teks, ada empat jenis kritik yang perlu kita buat: kritik apresiasi, kritik eksposisi, kritik evaluasi, dan kritik prevalensi. Berikut penjabarannya!
1. Kritik apresiasi 
Kritik ini terdiri atas dua macam, yaitu kritik individual dan sosial. Dalam kritik individual, pengulas secara pribadi menunjukkan tanggapan positif dari subjek ulasan, sedangkan dalam kritik sosial, pengulas mencoba memaparkan pandangan objektif masyarakat tentang subjek ulasan.
2. Kritik eksposisi
Kritik ini mengulas subjek berdasarkan unsur intrinsiknya.
3. Kritik evaluasi
Pemindaian kerangka cerita
4. Kritik prevalensi
Kritik yang berupa ulasan umum dan luas dengan ukuran perbandingan ideal atas tontonan lain.

Marilah kita mulai membuat teks ulasan!

Tahap 1 (menentukan subjek ulasan)
- Subjek ulasan adallah film “Lucy”. Film terbaru tahun 2014 garapan Luc Besson yang diproduksi oleh EuropaCorp.
Film bergenre sains fiksi tentang kapasitas otak manusia.

Tahap 2 (penyusunan struktur teks ulang)
1. Orientasi
Bagaimana jadinya jika seorang manusia mampu mengakses kapasitas otaknya sebesar 100%? Penelitian telah membuktikan bahwa manusia hanya mampu mengakses kemampuan otaknya sebesar 10%. Jumlah yang sangat sedikit, tetapi dengannya manusia mampu mencipta berbagai hal: budaya, sosial, politik, ekonomi, teknologi, dan sains. Jika jumlah 10% saja manusia hampir mampu melakukan segala yang mustahil, bagaimana jika manusia mampu mengaksesnya hingga 100%? Suatu pertanyaan yang mungkin saja tak mungkin bisa terjawab dan film ini mencoba untuk menjawab pertanyaan mengganggu tersebut (kritik apresiasi). Film ini menceritakan kisah tentang wanita bernama Lucy yang dipaksa menyelundupkan pil narkoba jenis baru di dalam perutnya. Secara tidak sengaja, bungkus pil tersebut robek dan tubuhnya menerima zat kimiawi obat tersebut dalam jumlah besar dan masuk ke aliran darahnya. Kejadian ini memicu kapasitas otaknya. Pada akhir cerita, Lucy mampu mengakses otaknya sebanyak 100%. (kritik eksposisi)
2. Tafsiran isi
Film ini memang bukan film pertama yang menyinggung tema tentang mitos kapasitas otak. Pada tahun 2009 ada film bertema sama “Race to Witch Mountain” yang diperankan Dwayne “Rock” Johnson. Kedua film ini memiliki satu kesamaan hipotesis (kalimat 1-3: kritik prevalensi). Jika manusia mampu mengakses kapasitas otaknya lebih besar dari seharusnya, manusia tersebut kemungkinan dapat melakukan tindakan-tindakan di luar batas nalar: telekinesis, mengontrol partikel materi, dsb. Inilah yang terjadi pada Lucy. Mulai dari kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik yang tinggi hingga mampu melihat energi yang mengalir dari alam. Tema dan cerita tentu saja membuat kita selalu dibuat penasaran dengan paduan efek yang membuat kita terkagum (kritik eksposisi). Dibutuhkan keberanian yang besar dalam mengeksplorasi keadaan yang terjadi dalam kondisi kapasitas otak 100%. Penulis cerita harus mampu memadukan hal-hal ilmiah dengan fantasi-fantasi yang tetap berkesinambungan tanpa menyangkal fakta-fakta ilmiah yang ada. Inilah satu unsur kelebihan dalam cerita yang bergenre sains fiksi.

3. Evaluasi
Ada satu kekhawatiran yang saya rasakan saat menonton film bertemakan seperti ini dan kekhawatiran yang sama muncul ketika saya menonton Lucy. Lucy mengarahkan kita pada satu titik atheisme. Di akhir cerita, film ini seakan menawarkan suatu simpulan akan ketidakberadaan Tuhan. Hal ini tergambar saat Lucy menyentuh jari manusia purba layaknya lukisan Tuhan dan Adam karya Michaelangelo. Makna ini lebih kuat tergambar saat Lucy mencapai kondisi 100%, ia mampu menerobos ruang waktu dan kemudian menghilang. Saat tokoh sampingan menanyakan keberadaannya, dengan menggunakan teks sms, Lucy berkata, “Aku berada di mana saja.” Klausa yang sering diucapkan Tuhan dalam agama mana pun.

4. Rangkuman
Terlepas dari kekurangan yang telah disebutkan, film ini berhasil memberikan suatu jawaban atas pertanyaan di atas. Penggambaran yang diberikan cukup mengena di benak penonton dan membuat film ini layak untuk dinikmati bersama keluarga.

Poin penting
Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat teks ulasan.
Tahap 1, yaitu menentukan subjek ulasan.
Tahap 2 , yaitu penyusunan struktur teks ulang


tags
teks ulasan drama dan film
pengertian teks ulasan drama dan film
contoh teks ulasan drama dan film
tujuan teks ulasan drama dan film
struktur teks ulasan drama dan film
kaidah dan ciri kebahasaan teks ulasan drama dan film

Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun