MASIGNCLEAN103

Materi Teks Eksplanasi Kompleks - Piranti Kohesi Pembentuk Hubungan Sebab-Akibat dalam Kalimat






PIRANTI KOHESI PEMBENTUK HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT DALAM KALIMAT


Tujuan pembelajaran


Siswa memahami definisi, ciri-ciri, dan contoh kohesi pembentuka hubungan sebab-akibat yang terdapat di dalam teks teks eksplanasi.


      Tentunya kalian sudah paham akan struktur dan kaidah teks eksplanasi. Sebelumnya kita sudah mengulas kaidah berupa penggunaan kata kerja relasional dan metrial. Kebahasaan lain dalam teks eksplanasi selain penggunaan kata kerja relasional dan material adalah adanya penggunaan piranti kohesi. Penggunaan piranti kohesi ini berkaitan dengan kepaduan paragraf. Semakin padu paragraf atau wacana, akan semakin mudah dipahami oleh pembaca.
      Tahukah kamu apa itu kohesi? Kohesi adalah salah satu unsur pembentuk wacana atau paragraf. Kohesi merupakan hubungan antarbagian dalam paragraf atau teks yang ditandai adanya penggunaan unsur bahasa. Kohesi ini berkaitan dengan hubungan bentuk. Artinya, unsur wacana seperti kata, frasa atau kalimat yang digunakan untuk membangun suatu wacana atau teks memiliki keterkaitan secara utuh dan padu.
      Perhatikan contoh kohesi dalam paragraf berikut.
Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa air, manusia sulit bertahan untuk hidup. Air memiliki banyak kegunaan. Air dapat digunakan untuk memasak, mencuci, mandi, menyiram tanaman, dan sebagainya.

     Teks di atas bisa merupakan teks yang kohesif (padu) karena menggunakan alat kohesi pengulangan (repetisi) yaitu kata air. Dengan diulang-ulangnya kata air, penulis ingin mempertahankan hubungan kohesif (kepaduan) dalam kalimat.
      Piranti kohesi ini banyak jenisnya. Salah satunya adalah piranti kohesi yang membentuk hubungan sebab akibat (konjungsi kausal atau sebab akibat). Piranti kohesi sebab akibat ini termasuk jenis kohesi gramatikal yang berkaitan dengan tata bahasa. Perlu diketahui bahwa piranti kohesi terbagi menjadi dua jenis (secara umum), yaitu kohesi gramatikal yang berkaitan dengan tata bahasa, dan kohesi leksikal yang berkaitan dengan makna.
      Piranti kohesi sebab akibat ini dibagi menjadi tiga jenis, sebagai berikut.
• Piranti kohesi intrakalimat, seperti sehingga, karena, akibatnya, maka(nya).
• Piranti kohesi antarkalimat seperti oleh sebab itu, oleh karena itu.
• Piranti kohesi antarparagraf, seperti oleh sebab itu, karena itulah.

Perhatikan contoh piranti kohesi dalam paragraf berikut.
Tanah longsor terjadi disebabkan oleh adanya proses erosi pada permukaan tanah. Proses erosi ini terjadi karena kurangnya pepohonan di daerah tersebut. Proses erosi yang terjadi secara terus menerus ini mengakibatkan tanah mudah tergerus dan kehilangan kestabilannya. Apabila hal ini terjadi secara berkelanjutan, maka akan terjadi longsor. Oleh karena itu, penghijauan harus segera dilakukan di daerah-daerah yang rawan longsor.


      Dalam teks di atas, terdapat tiga piranti kohesi yang membentuk hubungan sebab akibat. Pertama, piranti kohesi karena  yang menghubungkan akibat (tanah longsor) dan sebab(kurangnya pepohonan). Kedua, piranti kohesi maka  yang menghubungkan sebab (tanah tergerus dan tidak stabil) dengan akibat (terjadinya longsor). Piranti kohesi yang ketiga adalah oleh karena itu yang merupakan kohesi antarkalimat yang menghubungkan kalimat sebelumnya dengan kelimat berikutnya.

Poin Penting


• Piranti kohesi digunakan untuk membuat wacana menjadi kohesif (padu).
• Piranti kohesi terbagi menjadi piranti kohesi intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.
• Piranti kohesi pembentuk hubungan sebab akibat menghubungkan kondisi sebab dan akibat baik dalam kalimat maupun paragraf.
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun