MASIGNCLEAN103

Materi Teks Eksplanasi Kompleks - Analisis isi teks eksplanasi kompleks





Tujuan


Siswa dapat menganalisis teks eksplanasi kompleks, baik melalui lisan maupun tulisan.


Eksplanasi kompleks adalah teks yang berisi sebab akibat, dalam teks tersebut disisipi deskripsi, cerita sebagai penjelas sehingga teks-teks tersebut menjadi teks eksplanasi kompleks.

Adapun struktur teks eksplanasi kompleks adalah sebagai berikut.
1) judul;
2) pernyataan umum;
3) penjelas (sebab-akibat);
4) penutup/simpulan.

Judul teks eksplanasi kompleks menggambarkan fenomena yang hendak dijelaskan, Pernyataan umum berisi definisi fenomena yang dijelaskan dalam teks dan karakteristik umum. Penjelas berfungsi untuk menjelaskan bagaimana fenomena itu dapat terjadi, mengapa fenomena itu terjadi, dan tahapan terjadinya fenomena tersebut, dan penutup simpulan atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan dalam teks.
Ciri-ciri teks eksplanasi kompleks adalah 1) Memuat istilah, 2) Menggunakan konjungsi yang menunjukkan hubungan sebab akibat (contoh menggunakan konjungsi sehingga) 3) Menjelaskan kondisi suatu fenomena tidak menceritakan masa lalu. 4) Menggunakan konjungsi urutan (sekuen).


Perhatikan


Contoh teks eksplanasi kompleks
Terjadinya Lelehan Glester
Glester atau glasler adalah sebuah bongkahan es besar yang merupakan akumulasi endapan salju yang membeku selama bertahun-tahun. Glester terbentuk di atas permukaan tanah. Cakupan wilayahnya sangat luas bahkan sampai menyerupai daratan. Glester terdapat di kutub utara dan kutub selatan dan di daerah pegunungan tertinggi di dunia seperti di Himalaya dan di puncak Jaya Wijaya di Provinsi Papua Barat.
Proses terbentuknya glester adalah berawal dari lereng cekungan pegunungan. Dari cekungan tersebut terbentuk glester ketika salju turun, setelah mengendap udara terperangkap diantara serpihan salju sehingga terbentuk keping salju padat. Saat salju semakin banyak, kepingan salju padat akan berubah menjadi es glester. Glester berisi bermacam-macam zat seperti bebatuan, salju, dan sedimen sehingga ketika glester meluncur ke bawah akan mengubah kontur bentuk pegunungan. Glester selalu ada sepanjang musim, tidak melihat bagian belahan dunia mana ia berada. Selama temperatur masih terjaga glester akan tetap terbentuk.
Beberapa tahun terakhir ada beberapa faktor yang mempengaruhi temperatur udara di dunia termasuk Indonesia. Faktor tersebut dikenal dengan global warming. Selama pemanasan global suhu bumi terasa panas, hal tersebut membuat es yang terdapat pada glester akan mencair dan daratan akan mengecil karena es telah mencair dan perlahan-lahan menenggelamkan permukaan daratan.
Apabila ini terjadi terus menerus, seperempat daratan di bumi akan hilang. Pulau Jawa yang merupakan daratan rendah diperkirakan akan tenggelam, dan hanya pulau-pulau besar yang tersisa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Mencairnya es glester menjadi fenomena yang tidak dapat dicegah dengan cepat, butuh waktu cukup lama untuk mengembalikan keseimbangan alam yang hilang. Membutuhkan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk glester, sementara pemanasan global telah mencairkan es glester dalam beberapa minggu.

Mari kita analisis


Teks eksplanasi tersebut terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut.

1. Pernyataan umum yang berupa kalimat definisi
Glester atau glasler adalah sebuah bongkahan es besar yang merupakan akumulasi endapan salju yang membeku selama bertahun-tahun. Glester terbentuk di atas permukaan tanah. Cakupan wilayahnya sangat luas bahkan sampai menyerupai daratan. Glester terdapat di kutub utara dan kutub selatan dan di daerah pegunungan tertinggi di dunia seperti di Himalaya dan di puncak Jaya Wijaya di Provinsi Papua Barat.

2. Penjelas
Penjelas dari pernyataan umum.
Proses terbentuknya glester adalah berawal dari lereng cekungan pegunungan. Dari cekungan tersebut terbentuk glester ketika salju turun, setelah mengendap udara terperangkap diantara serpihan salju sehingga terbentuk keping salju padat. Saat salju semakin banyak, kepingan salju padat akan berubah menjadi es glester. Glester berisi bermacam-macam zat seperti bebatuan, salju, dan sedimen sehingga ketika glester meluncur ke bawah akan mengubah kontur bentuk pegunungan. Glester selalu ada sepanjang musim, tidak melihat bagian belahan dunia mana ia berada. Selama temperatur masih terjaga glester akan tetap terbentuk. 

3. Penjelas (sebab-akibat)
Beberapa tahun terakhir ada beberapa faktor yang mempengaruhi temperatur udara di dunia termasuk Indonesia. Faktor tersebut dikenal dengan global warming. Selama pemanasan global suhu bumi terasa panas, hal tersebut membuat es yang terdapat pada glester akan mencair dan daratan akan mengecil karena es telah mencair dan perlahan-lahan menenggelamkan permukaan daratan.
Apabila ini tejadi terus menerus, seperempat daratan di bumi akan hilang. Pulau Jawa yang merupakan daratan rendah diperkirakan akan tenggelam, dan hanya pulau-pulau besar yang tersisa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. 


4. Penutup
Mencairnya es glester menjadi fenomena yang tidak dapat dicegah dengan cepat, butuh waktu cukup lama untuk mengembalikan keseimbangan alam yang hilang. Membutuhkan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk glester, pemanasan global telah mencairkan es glester dalam beberapa minggu

Poin Penting


• Kita dapat menganalisis teks eksplanasi berdasarkan struktur dan kaidah bahasanya.
• Berdasarkan struktur kita dapat mengklasifikasikan bagian-bagian teks.
• Berdasarkan bahasa kita dapat menganalisis ciri-ciri bahasa eksplanasi dalam teks tersebut.
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun