MASIGNCLEAN103

Materi Teks Cerita Ulang - Konjungsi Intrakalimat



MENGIDENTIFIKASI KONJUNGSI INTRAKALIMAT


Tujuan Pembelajaran


Siswa mampu memahami konjungsi intrakalimat dalam teks cerita ulang.


      Pernahkah kamu membaca sebuah biografi tokoh? Apakah informasi dalam biografi tersebut sangat lengkap? Biografi yang merupakan salah satu jenis teks cerita ulang seharusnya berisi informasi penting seputar riwayat hidup tokoh yang dijadikan objek tulisan.
      Sebagaimana kamu ketahui, teks cerita ulang adalah teks yang berisi peristiwa masa lalu yang diceritakan kembali untuk dijadikan pelajaran atau bahkan sekadar hiburan. Struktur teks cerita ulang terdiri atas orientasi (pengenalan), urutan peristiwa, dan reorientasi (pendapat pribadi). Semua struktur tersebut harus memuat informasi dasar, riwayat hidup, dan rangkaian peristiwa.
      Dalam membuat rangkaian peristiwa, penulis harus menulis kejadian-kejadian yang pernah dialami tokoh semasa hidupnya. Penulisan tersebut haruslah disusun dengan rapi dan baik agar menjadi sebuah kalimat yang efektif. Salah satu unsur yang menentukan keefektifan dalam penulisan rangkaian peristiwa adalah konjungsi.
      Kamu tentu sudah tahu bahwa konjungsi merupakan kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
      Konjungsi terbagi menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat. Pada kesempatan kali ini, kamu akan belajar salah satunya, yaitu konjungsi intrakalimat.
      Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Semua itu tergambar dengan ciri-ciri berikut ini.
  1. Penulisan konjungsi intrakalimat selalu berada di tengah kalimat, seperti atau, yang, dan, tetapi, dan bahwa.
  2. Tidak digunakan pada awal kalimat kecuali jika konjungsi intrakalimat digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk kalimat, seperti karena, sejak, dan meskipun.
  3. Tidak ditulis menggunakan huruf kapital kecuali jika konjungsi intrakalimat tersebut digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk kalimat.
  4. Beberapa konjungsi selalu menggunakan koma sebelum penulisannya, yaitu tetapi *dan *sedangkan.
      Selain memiliki ciri yang jelas, konjungsi intrakalimat pun terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Konjungsi Koordinatif
      Konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang memiliki status yang sama dan sejajar. Dengan kata lain, konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, serta frasa dengan frasa, misalnya dan, atau, sedangkan, dan tetapi.
2. Konjungsi Subordinatif
      Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa dengan klausa yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan anak kalimat, misalnya agar, karena, yang, sehingga, ketika, andaikan, meskipun, dengan, dan bahwa.
3. Konjungsi Korelasi
      Konjungsi ini merupakan gabungan dua konjungsi yang keberadaannya harus selalu berdampingan, misalnya
  • ..... tidak (hanya).... tetapi (juga)....
  • .....* tidak hanya* .... tetapi juga ....
  • .... bukan .... *melainkan *....
  • *Jangankan *...., .... *pun *....
Perhatikan teks cerita ulang berikut!


      Dari teks cerita ulang di atas, kamu dapat menemukan hal-hal berikut ini.
1. Konjungsi intrakalimat yang terdapat dalam teks di atas adalah yang, serta, dan, karena, dengan, sejak, ketika, tetapi, saat, sehingga, agar, meskipun, setelah, dan maupun.
2. Contoh konjungsi koordinatif dalam teks di atas adalah sebagai berikut.
  • Pria 43 tahun yang akrab disapa Emil ini memiliki seorang istri bernama Atalia Praratya Kamil *serta *dua orang anak bernama Emmiril Khan Mumtadz *dan *Camillia Laetitia Azzahra.
  • Salah satu hal terparah yang pernah dialami Emil saat di Amerika adalah ketika istrinya akan melahirkan anak pertama mereka *tetapi *mereka tidak memiliki uang sehingga terpaksa Emil mengaku miskin pada pihak pemerintah kota setempat agar istrinya dapat melahirkan dengan bebas biaya.
3. Contoh konjungsi subordinatif dalam teks di atas adalah sebagai berikut.
  • Akhirnya, *sejak *16 September 2013, Emil mulai menjalankan perannya sebagai Wali Kota Bandung periode 2013—2018.
  • *Ketika *rapat pleno KPU pada 28 Juni 2013, pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial unggul telak dengan perolehan 45,24 % *sehingga *KPU tidak mengadakan pemilihan ulang.
  • Salah satu hal terparah yang pernah dialami Emil *saat *di Amerika adalah *ketika *istrinya akan melahirkan anak pertama mereka tetapi mereka tidak memiliki uang *sehingga *dengan terpaksa Emil mengaku miskin pada pihak pemerintah kota setempat *agar *istrinya dapat melahirkan dengan bebas biaya. Akhirnya, istri Emil dapat melahirkan anak pertama mereka *meskipun *di ruang bangsal rumah sakit yang khusus orang miskin. Pengalaman pahit ini merupakan salah satu pelajaran berharga baginya dalam menjalani kerasnya hidup.
  • Akhirnya, pada tahun 2002 Emil dan keluarga kecilnya kembali ke Indonesia *setelah *menyelesaikan studinya.
  • *Meskipun *seorang Wali Kota, ia tidak menutup komunikasi dengan seluruh masyarakat, baik masyarakat sekitar Bandung maupun di luar Bandung.
  • Salah satu bentuk komunikasi *yang *ia buat adalah dengan aktif berkicau di sosial media twitter dengan akun @ridwankamil.
4. Contoh konjungsi korelasi dalam teks di atas adalah sebagai berikut.
  • Bahkan ketika S-2 di Amerika, Emil tidak hanya mencari ilmu, *tetapi *ia *juga *rela bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Barkeley.
  • Meskipun seorang Wali Kota, ia tidak menutup komunikasi dengan seluruh masyarakat, *baik *masyarakat sekitar Bandung *maupun *di luar Bandung.

Poin Penting


Konjungsi merupakan kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.
Ciri-ciri konjungsi intrakalimat adalah berikut.
  • Penulisan konjungsi intrakalimat selalu berada di tengah kalimat.
  • Tidak digunakan pada awal kalimat kecuali jika konjungsi intrakalimat digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk kalimat.
  • Tidak ditulis menggunakan huruf kapital kecuali jika konjungsi intrakalimat tersebut digunakan pada anak kalimat yang mendahului induk kalimat.
  • Beberapa konjungsi selalu menggunakan koma sebelum penulisannya.
Konjungsi intrakalimat pun terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
  • Konjungsi koordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang memiliki status yang sama dan sejajar. Dengan kata lain, konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kata dengan frasa, serta frasa dengan frasa.
  • Konjungsi subordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa dengan klausa yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan anak kalimat.
  • Konjungsi korelasi merupakan gabungan dua konjungsi yang keberadaannya harus selalu berdampingan.
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun