MASIGNCLEAN103

Soal dan Jawaban Teks Pantun - Interpretasi isi teks pantun



Berikut ini Soal dan Jawaban Bahasa Indonesia tentang pantun, dengan materi interpretasi isi teks pantun. Di dalamnya, terdapat 10 contoh soal dan pembahasannya tentang teks pantun.

Pada postingan kali ini, kami memberikan contoh soal bahasa Indonesia tentang pantun dan pembahasannya untuk membantu mengerjakannya. Dengan beberapa contoh soal dan pembahasan berikut diharapkan kamu dapat mengerjakan soal-soal bahasa Indonesia dengan maksimal.

Oke, berikut ini soal Bahasa Indonesia tentang interpretasi isi teks pantun beserta pembahasannya.


Soal 1
Cara pertama memberikan pandangan dan menafsirkan pantun adalah dengan....
Jawaban = 
Pembahsan = 
Langkah pertama menginterpretasi pantun tentu saja dengan membaca pantun tersebut.


Soal 2
Perhatikan pantun di bawah ini!
Daun pisang di atas nampan
Nampan bambu wangi baunya
Bila abang berwajah tampan
Maulah adik dekat kiranya
Makna pada pantun tersebut ditujukan kepada....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Kesimpulan atau tujuan pantun terdapat pada bagian isi, bukan sampiran. Demikian pula untuk mengetahui makna pantun. Untuk mengetahui makna pantun tersebut ditujukan pada siapa, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Pada teks tertulis Bila abang berwajah tampan. Teks tersebut jelas ‘seolah’ diucapkan oleh seorang perempuan kepada seorang laki-laki. Teks selanjutnya yaitu Maulah adik dekat kiranya. Secara adat, kata adik merujuk pada pasangan perempuan yang dianggap lebih muda dan posisinya berada di bawah abang/laki-laki.


Soal 3
Perhatikan pantun di bawah ini!
Kucing hitam halus bulunya
Kumis panjang putih warnanya
Geram sudah hatiku dibuatnya
Uang hilang, siapa pelakunya?
Makna pantun tersebut adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Kesimpulan atau tujuan pantun terdapat pada bagian isi, bukan sampiran. Demikian pula untuk mengetahui makna pantun. Untuk mengetahui makna pantun tersebut, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Pada teks isi tertulis Geram sudah hatiku dibuatnya. Kata geram berarti “marah, kesal”. Teks tersebut jelas bermakna kekesalan seseorang karena suatu hal. Hal apakah itu? Jawaban ada pada teks selanjutnya, yaitu Uang hilang, siapa pelakunya? Kehilangan sesuatu yang disayangi dapat membuat seseorang merasa marah dan kesal.


Soal 4
Perhatikan pantun di bawah ini!
Menanam padi tumbuh ilalang
Hendaklah menanam jarang-jarang
Sedih hati melihat abang
Susah shalat bukan kepalang
Interpretasi pantun tersebut adalah....
Jawaban =  
Pembahasan = 
Untuk menginterpretasi isi pantun, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Sedangkan bagian sampiran hanya berfungsi sebagai pengantar rima. Pada teks isi tertulis Sedih hati melihat abang. Kata sedih merupakan bahasa imaji indera rasa. Kata tersebut diperkuat dengan penggunaan kata hati agar pembaca dapat merasakan betapa dalamnya rasa sedih tersebut. Kata abang berarti rasa sedih tersebut keluar dari hati seorang perempuan (istri). Teks selanjutnya, yaitu baris akhir adalah Susah shalat bukan kepalang. Teks tersebut menggambarkan keadaan seseorang (abang) yang tidak pernah mau shalat. Merasakan betapa pentingnya shalat, tetapi tidak dilaksanakan oleh orang yang dicintainya merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan rasa sedih dan duka.Oleh sebab itu, interpretasi pantun tersebut adalah seorang perempuan yang bersedih karena pasangannya tidak pernah shalat.


Soal 5
Perhatikan pantun di bawah ini!
Katak lompat di pinggir kali
Sambil bernyanyi merdu sekali
Hati riang tidak terperi
Ibunda datang membawa kari
Interpretasi pantun tersebut berdasarkan bahasa imaji adalah....
Jawaban = 
Pembahasan =
Untuk menginterpretasi isi pantun, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Sedangkan bagian sampiran hanya berfungsi sebagai pengantar rima. Pada teks isi tertulis Hati riang tidak terperi. Kata hati riang merupakan bahasa imaji indera rasa yang berarti “senang, gembira, bahagia”. Kata tersebut diperkuat dengan penggunaan kata tidak terperi agar pembaca dapat merasakan betapa dalamnya rasa gembira tersebut. Teks selanjutnya, yaitu baris akhir merupakan penyebab keriangan yaitu ibunda datang membawa kari. Kedua baris isi teks tersebut menggambarkan betapa senangnya dia pada masakan yang berbentuk kari.


Soal 6
Perhatikan pantun di bawah ini!
Pergi ke pasar membeli ikan
Jangan lupa membawa keranjang
Kalau adik hendak berikan
Beri semua jangan kepalang
Interpretasi pantun tersebut berdasarkan pola rima adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Untuk mencari pola rima pantun, kalian harus melihat pada semua akhiran pada setiap baris. Pada baris pertama dan kedua, kata berakhiran –ikan dan –ang. Ini berarti pola rima adalah a-b. Demikian pula pada baris ketiga dan keempat, kata berakhiran –ikan dan –ang dan berpola a-b. Berdasarkan itu pola yang terbentuk adalah a-b-a-b


Soal 7
Perhatikan pantun di bawah ini!
Pohon kelapa di pinggir pantai
Ombak mendayu di tengah laut
Jika kata bijak sudahlah sampai
Janganlah ragu untuk menurut
Interpretasi pantun tersebut berdasarkan isi pantun adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Untuk menginterpretasi isi pantun, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Sedangkan bagian sampiran pada pantun tersebut hanya berfungsi sebagai pengantar rima. Pada teks isi tertulis Jika kata bijak sudahlah sampai. Kata bijak berarti sesuatu yang baik, sopan, agung, dan berarti “patut diikuti”. Teks selanjutnya yaitu Janganlah ragu untuk menurut. Kedua baris isi teks tersebut menunjukkan bahwa sesuatu yang baik hendaknya segera diturut atau diikuti.


Soal 8
Perhatikan pantun di bawah ini!
Manis terasa hai buah manggis
Tidak semanis buah semangka
Mengumbar mulut pergi ke Prancis
Tak tahunya ke Majalengka
Interpretasi pantun tersebut berdasarkan isi pantun adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Untuk menginterpretasi isi pantun, kalian harus memahami bait “isi” pantun. Sedangkan bagian sampiran pada pantun tersebut hanya berfungsi sebagai pengantar rima. Pada teks isi tertulis Mengumbar mulut pergi ke Prancis Tak tahunya ke Majalengka. Kedua baris isi teks tersebut menunjukkan perbandingan yang sangat jauh dari harapan, yaitu negara Prancis dan Kota Majalengka. Ditambah dengan penggunaan kata mengumbar yang dapat dimaknai konotatif sebagai rasa “sombong”. Suasana tersebut menimbulkan sesuatu yang bersifat lucu dan jenaka.


Soal 9
Berikut ini yang bukan merupakan langkah interpretasi adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Langkah pertama menginterpretasi pantun tentu saja dengan membaca pantun tersebut kemudian menginterpretasikannya menjadi sebuah tulisan atau dapat pula diucapkan. Yang bukan merupakan langkah menginterpretasi adalah meringkas pantun.


Soal 10
Perhatikan pantun berikut!
Katak lompat di pinggir kali
Sambil bernyanyi merdu sekali
Hati riang tidak terperi
Ibunda datang membawa kari
Interpretasi pantun tersebut berdasarkan bahasa kiasan adalah....
Jawaban = 
Pembahasan = 
Untuk menginterpretasi isi pantun, kalian harus memahami bait isi pantun yaitu baris ketiga dan keempat. Pada baris ketiga tertulis Hati riang tidak terperi berarti perasaan gembira, senang yang sangat hingga tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Hal tersebut merupakan sesuatu yang dilebih-lebihkan yang merupakan ciri majas hiperbola. Sedangkan baris keempat yaitu Ibunda datang membawa kari, tidak menggunakan bahasa kiasan atau majas apa pun. Sedangkan bagian sampiran pada pantun tersebut hanya berfungsi sebagai pengantar rima.


Semoga contoh soal-soal diatas tentang teks pantun dapat bermanfaat untuk kalian yang sedang belajar bahasa Indonesia. Menjawab soal-soal yang lain akan terasa lebih mudah bila kalian sering berlatih mengerjakan soal-soal. Dan semoga dapat menjadikan soal-soal bahasa Indonesia ini sebagai sarana referensi kalian untuk belajar dirumah.

Demikianlah soal dan pembahasan pelajaran bahasa Indonesia, semoga dapat bermanfaat dan menjadikan kalian menguasai pelajaran bahasa Indonesia. 
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun