MASIGNCLEAN103

Materi Teks Cerita Pendek - Langkah- langkah konversi teks cerita pendek menjadi teks drama pendek

 

Teks Cerita Pendek 

Langkah- langkah konversi teks cerita pendek menjadi teks drama pendek


Berikut ini, merupakan materi Teks Cerita Pendek tentang langkah-langkah konversi teks cerita pendek menjadi teks drama pendek. Untuk mempelajari hal ini tentu anda harus bersungguh-sunguh agar dapat menguasai materi ini. Dan cara untuk mengusai materi ini adalah dengan belajar yang rutin sehingga anda dapat benar-benar memahami isi dari materi tersebut. 

Untuk itu sebagai sebuah media pembelajaran untuk anda semua, mari kita bersama-sama menyimak materi yang ada di bawah ini. Yang mana agar anda menjadi lebih bertambah pintar, sehingga soal ulangan di sekolah bukan sesuatu yang menakutkan lagi. Untuk itu mari kita simak materi tentang langkah-langkah konversi teks cerita pendek menjadi teks drama pendek.


Tujuan

Siswa diharapkan dapat mengambil pelajaran serta mampu mengonversi teks
cerita pendek menjadi teks drama sesuai dengan struktur dan kaidah teks
baik secara lisan maupun tulisan.

 

Banyak sekali jenis-jenis karya sastra pada pelajaran bahasa dan sastra
Indonesia,ada jenis karya sastra lama dan ada jenis karya sastra baru.
Jenis karya sastra pada pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang sudah
kita ketahui, antara lain: cerita pendek dan drama.

Cerita Pendek

Cerita pendek biasa kita sebut cerpen. Cerita pendek adalah karya sastra
tulis yang panjangnya lebih pendek dari novel. Biasanya ditulis ke dalam
empat sampai lima halaman saja.

Drama

Drama adalah suatu jenis karya sastra yang dipertunjukkan. Teks drama
merupakan teks panduan yang digunakan di dalam sebuah pertunjukan drama.
Teks drama bisa juga disebut skenario atau naskah drama.


Langkah-langkah Mengonversi Teks Cerpen Menjadi Teks Drama

Mengonversi teks cerpen menjadi teks drama adalah kegiatan mengubah cerpen
menjadi sebuah naskah/skenario drama.Tujuannya yaitu agar kisah dalam
cerpen dapat dipertunjukkan. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan
ketika hendak mengonversi teks cerpen menjadi naskah drama, antara lain:

bacalah dan simak dengan baik cerpen yang akan dikonversi;
• kaji isi cerpen berdasarkan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya;
• ubah cerpen ke dalam bentuk penulisan naskah/skenario drama.



Contoh Cerpen

Bacalah dan simak dengan baik penggalan cerpen berikut ini!

Bujang

....

Si bujang datang membawa satu helai rambut digenggaman tangannya. Panjang
rambut itu kira-kira 20cm. Berwarna pirang keemasan. Dan dia masuk ke dalam
rumah yang sepertinya sudah lama kosong. Rumah itu terlihat hanya sebuah
gubuk saja. Berbahan bilik bambu yang mulai usang dilihat dari kejauhan.


“Lupa aku. Tadi Mbah menyuruh membawa rambutnya berapa helai, toh?”
tanyanya pada seseorang yang sekarang ada di hadapannya.

“Hmmm... satu saja sudah cukup. Cukup tahu aku tentang Si Ros itu. Kemari!”
jawab orang tua paruh baya yang berambut jabrig tak terurus, menyuruh Si
Bujang agar sedikit mendekat ke hadapan dirinya sekarang juga.

Suasana malam mencekam. Angin mendesir dari luar cukup hebat.


Goprak, goprak, goprak!

Jendela buka-tutup karena angin. Si bujang terkesiap melihat suasana malam
itu di dalam rumah si Mbah.

Mulut Mbah komat-kamit setelah menerima sehelai rambut yang dibawa Si
Bujang. Sementara, Si Bujang melohok melihat tingkah Si Mbah
menggerakan-gerakan badan tak karuan. Bau kemenyan menusuk hidungnya. Tak
lama.


“Bagaimana, Mbah?” tanya Si Bujang. Berharap hasil yang akan dikabarkan Si
Mbah membawa kesenangan di hatinya nanti.

“Hhmmm…,” Si Mbah hanya mendehem. Matanya masih tertutup.

Sedangkan sang klien yang sedang menunggu sudah tidak cukup sabar. Si Mbah
sesekali terlihat membuka mata. Mengerjap. Melihat nampan yang berada di
atas meja kerjanya. Di depan Si Bujang yang sedang duduk bersila.

“Ba… ba… bagaimana, Mbah?” kembali tanya Si Bujang.

“Hmmm …. Hmmm ….” Deheman Si Mbah malah semakin keras saja sembari
mengerjap-ngerjapkan mata yang tak lain agar dia bisa memastikan nampan
akan terisi. Ternyata gerak Si Mbah mengisyaratkan sesuatu pada Si Bujang.
Tak lama kemudian Si Bujang cengar-cengir di hadapan Si Mbah.

“Hehehe… Eh, Mbah, maaf saya enggak punya duit,” ujarnya sembari
cengengesan.


Gelegar suara petir dari kejauhan. Si Bujang terloncat dari tempat duduknya
karena dikejutkan suara itu dan ditambah tak kalah menggelegarnya suara Si
Mbah yang menyuruhnya angkat kaki dari pondok indahnya itu.


Tertatih-tatih Si Bujang. Terbirit-birit melarikan diri. Sampai-sampai mata
pemuda itu seperti dibutakannya oleh sihir. Bagaimana tak dibilang buta,
pintu di depan matanya saja seperti tak terlihatnya. Malah keluar dari
gubuk itu dengan menabrakan diri ke daun jendela yang dari tadi tutup-buka
dihantam angin.

....  (cerpen oleh: Rangga Ruth)


Dalam cerita pendek “Bujang” terdapat unsur instrinsiknya yaitu ;

Kajian Cerpen “Bujang”
  • Alur: maju
  • Tokoh utama: Si Bujang
  • Tokoh tambahan: Si Mbah
  • Latar tempat: suasana pedesaan; di gubuk tua
  • Latar waktu: malam hari saat hujan deras
  • Sudut pandang: orang ketiga dengan penggunaan kata ganti dia
Dari contoh cerita pendek di atas dapat kita ubah menjadi teks drama.
Silahkan kalian simak, agar bisa mencoba cerpen yang lain ke bentuk teks
drama.



Konversi Teks Cerpen “Bujang” Menjadi Teks Drama


(Hujan sedang deras disertai gemuruh suara petir. Hembusan angin menerpa
daun jendela begitu kencang. Si Bujang memasuki gubuk si Mbah sedikit
ketakutan)

SI BUJANG

(Sembari menggenggam beberapa helai rambut perempuan)

Lupa aku. Tadi Mbah menyuruh membawa rambutnya berapa helai, toh?

SI MBAH

Hmmm... satu saja sudah cukup. Cukup tahu aku tentang Si Ros itu.

(Melambaikan tangan)

Kemari cepat!

(Suara angin semakin kencang. Terdengar bunyi daun jendela yang tertiup
angin, berulang kali)

SI BUJANG

(Kedinginan dan ketakutan. Lalu memberikan beberapa helai rambut kepada si
Mbah)

SI MBAH

(Mulut komat-kamit seperti membaca mantra; mata mengerjap-ngerjap; sesekali
matanya mengintip ke arah nampan; tangan menaburkan kemenyan di atas tungku
api)

SI BUJANG

Bagaimana, Mbah?

SI MBAH

(Berdeham; mata mengerjap-ngerjap; sesekali matanya mengintip ke arah
nampan)

SI BUJANG

(Waswas; gelagapan)

Ba… ba… bagaimana, Mbah?

(Melihat mata Si Mbah; lalu memperhatikan dan mengikuti gerak matanya;
melihat nampan; tak lama cengengesan)

Eh, Mbah, maaf saya enggak punya duit.

(Gelegar suara petir sangat keras. Embusan angin kencang menerpa daun
jendela berulang kali)

SI MBAH

(Sangat marah; emosi)

PERGI...!

SI BUJANG

(Bangkit tertatih-tatih; lari terbirit-birit lalu meloncati jendela)

…  SELESAI



Poin Penting


• Perhatikan dan kenali unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen sebelum
mengonversikannya menjadi naskah drama atau teks drama.
• Aturan main dalam sebuah pertunjukan drama bisa kita lihat dari naskah
drama itu sendiri.


Demikian, pembahasan materi tentang langkah-langkah konversi teks cerita
pendek menjadi teks drama pendek. Semoga kamu dapat memahami materinya, dan
berguna untuk mengerjakan soal soal tentang cerita pendek.
Share This :
hanszt

Semoga selalu suport blog ini dengan berkomentar dengan bijak dan membangun